Showing posts with label irfan bachdim dan liga primer indonesia. Show all posts
Showing posts with label irfan bachdim dan liga primer indonesia. Show all posts

Tuesday, February 22, 2011

Irfan Bachdim Menangkan Persema 2-1 Melawan Bogor Raya FC


Irfan Bachdim berhasil mencetak dua gol untuk memenangkan Persema Malang 2-1 atas Bogor Raya FC, dalam lanjutan Liga Primer Indonesia (LPI) di Stadion Persikabo Cibinong, Minggu (20/2/2011).Gol pertama berhasil disumbangkan Irfan pada menit ke-25 dan gol keduanya dia cetak di menit ke-68.


Pesona Iran membuat tim Bogor Raya FC tenggelam dan kesulitan untuk mencetak gol. Setelah Irfan keluar untuk diganti pada menit ke-72, Bogor Raya kemudian bisa bermain lebih baik. Mereka bahkan mencetak gol untuk memperkecil kekalahan lewat Luciano Romos Jose.

Pelatih Bogor Raya FC, John Arwandi, mengakui, permainan timnya masih kalah jauh dari Persema Malang yang sudah berpengalaman merumput di berbagai liga."Tim kita masih tergolong baru, jadi masih kaku dalam bermain.
Tapi kita beruntung dalam LPI ini menghadapi pemain dari tim-tim ternama, sehingga membuat kita lebih berpengalaman ke depannya," kata John usai pertandingan.

John menambahkan, timnya sudah bermain baik, namun karena masih ada kendala teknis, sehingga masih perlu perbaikan. Ia menyebutkan pengalaman yang ada akan menjadi masukan bagi timnya untuk berlatih lebih baik lagi.

Sementara pelatih Persema, Timo Scheunemann, mengatakan, timnya bermain bagus. Hanya saja, dari segi teknis, lapangan kurang bagus dan membuat penampilan pemain kurang maksimal.

"Lapangannya terlalu keras karena kurang siram, sehingga bola memant
ulnya cukup tinggi dan ini memengaruhi permainan pemain," katanya.
source:Kompas

Saturday, February 5, 2011

Persema Kalahkan Bandung FC 1-0

Persema Malang terus menjaga suksesnya di awal Liga Primer Indonesia dengan mengalahkan tuan rumah Bandung FC, 1-0, di Stadion Siliwangi Sabtu (6/2) sore. Bek kawakan Persema, Suroso, mencetak satu-satunya gol itu pada menit ke-26.

Gol itu berasal dari umpan seorang pemain Persema di sayap kiri pertahanan tuan rumah ke arah kotak penalti Bandung FC. Bandung FC punya sedikitnya dua peluang mencetak gol lewat penyerang Ferry Nsomah.

Pada menit ke-15, Ferry, yang berdiri bebas di dalam kotak penalti lawan, menerima umpan Nur Ichsan dari sayap kanan pertahanan Persema. Sayang, bola tendangannya meleset sedikit ke samping kanan tiang gawang. Beberapa menit kemudian, tendangan jarak jauh Ferry juga bisa dibendung kiper Persema, Sukasto.

Persema terpaksa menarik penyerang andalannya, Irfan Bachdim, karena cedera kaki pada menit ke-20. Pemain berdarah Indonesia dan Belanda yang memilih dicoret dari tim nasional PSSI demi LPI itu digantikan oleh Reza Mustafa. Beberapa saat sebelum ditarik keluar, Irfan sempat terduduk beberapa lama di lapangan.

Ditariknya Irfan tak memancing reaksi berlebihan dari sang pacar, Jennifer Kurniawan, yang duduk di tribun VIP. Namun wajah Jennifer tampak sedikit kecewa.

Adapun bintang baru Bandung FC, mantan gelandang Aston Villa, Lee Hendrie, duduk di bangku cadangan ketika pertandingan dimulai. Pelatih Nandar Iskandar baru memasukkan Hendrie pada menit ke-61. Ia baru bergabung dengan skuad Nandar dua hari sebelum pertandingan ini.

Dengan dukungan para pemain kawakan yang juga mantan pemain tim nasional Indonesia, seperti kiper Kurnia Sandi, poros halang Nur Alim, dan gelandang Yaris Riyadi, Hendrie belum bisa menyelamatkan klub barunya itu dari kekalahan.

Persema, yang dimotori mantan gelandang bertahan tim nasional Indonesia, Bima Sakti, bermain lebih efektif untuk meraih kemenangannya yang keempat pada musim perdana LPI. Sebaliknya, buat Bandung FC, ini adalah kekalahan keempat berturut-turut. Mereka membuang peluang menyamakan kedudukan lewat hadiah penalti karena tembakan Arman membentur mistar. Pertandingan berjalan cukup keras. Satu pemain dari tiap kubu mendapat kartu merah /

Dalam pertandingan lainnya, Tangerang Wolves gagal mengalahkan tamunya, Solo FC, dan pertandingan berakhir tanpa gol. Itu kontras dengan tuan rumah Minangkabau FC, yang kalah telak 0-5 oleh Persebaya 1927
source:Tempo

Monday, January 31, 2011

Persema Malang Ditahan Imbang 1-1 oleh Batavia Union


Kesebelasan Batavia Union sukses menahan imbang Persema Malang 1-1 dalam lanjutan Liga Primer Indonesia, Minggu (30/1/2011) di Stadion Gajayana, Malang, Jawa Timur.Dengan hasil imbang 1-1 ini, Persema Malang hanya berhasil mengoleksi tujuh poin dari tiga kali laga. Adapun Persebaya 1927 berhasil mengoleksi 9 poin dari tiga kali laga. Ini menjadikan

Persebaya 1927 kokoh mempertahankan puncak pemimpin klasemen sementara liga, menggusur Persema Malang.Tuan rumah Persema Malang sebenarnya memiliki peluang besar untuk memenangi laga ketiga ini. Itu karena pada menit ke-3 mereka mendapat hadiah penalti dari wasit Fiator Ambarita, setelah pemain belakang Batavia Union, Fathul Manan, menyentuh bola dengan tangannya di dalam kotak penalti sendiri.Eksekusi tendangan penalti dilakukan oleh Ngon Mamoun. Namun, eksekusi yang dinantikan ribuan "Ngalamania" (pendukung Persema Malang) itu gagal menghasilkan angka setelah tendangan Ngon melenceng dari gawang Batavia Union yang dikawal Fauzi Toldo. 

Secara umum kedua kesebelasan bermain cukup agresif. Akibat terlalu bersemangat, kubu tuan rumah bahkan harus kehilangan pemain penyerangnya, Han Sang Min, pada menit ke-25 setelah diusir wasit menggunakan kartu merah karena dua kali melanggar lawan dengan keras.Bermain dengan 10 pemain membuat "Laskar Ken Arok" harus berjuang keras. Bahkan Kim Jeffrey Kurniawan, yang semula diplot menjadi pemain belakang, didorong lebih maju ke depan untuk memompa serangan.Persema Malang akhirnya berhasil mencetak sebuah gol menjelang berakhirnya babak pertama. Meski sempat menyentuh tiang gawang, bola hasil tendangan Ngon Mamoun di menit ke-44 gagal diantisipasi kiper Batavia Union. Hingga babak pertama usai kedudukan sementara 1-0 untuk tuan rumah. 

Setelah turun minum, Pelatih Persema, Timo Scheunemann, mengganti Kim Jeffrey Kurniawan dengan Reza Mustofa. Timo tampaknya ingin memperkuat barisan penyerangnya. Bukan itu saja, ia juga menurunkan sejumlah pemain lapis keduanya untuk memberikan angin baru permainan.Namun, strategi tersebut mampu dipatahkan Batavia Union dengan jawaban sebuah gol balasan pada menit ke-74 dari kaki Na Byung-hul. Pemain asal Korea itu berhasil memanfaatkan umpan tarik dari Tantan dan menjebol gawang Persema yang dikawal Sukasto Effendi. Kedudukan 1-1 berakhir hingga pertandingan usai. 

Meski hasil akhir pertandingan kali ini mengecewakan, dari segi kerja keras pemain tidak mengecewakan. "Perlu diingat, kami harus bermain 10 pemain selama lebih dari 60 menit dan tidak menunjukkan penurunan stamina. Itu sudah sangat luar biasa," ujar Pelatih Persema Malang, Timo Scheunemann, seusai pertandingan.Pelatih Batavia Union, Roberto Bianchi, menyatakan puas dengan hasil imbang 1-1 tersebut. " Kami bisa mengambil peluang ini setelah mereka bermain 10 pemain. Awalnya pemain saya tidak berani mengambil keputusan, mungkin karena takut risiko," ujar pelatih asal Spanyol itu. 
source:Kompas

Wednesday, January 26, 2011

Irfan Bachdim dan Lee Hendrie Jadi Magnet Laga Bandung FC vs Persema


Laga kandang Bandung FC melawan Persema Malang pada 5 Februari mendatang dipastikan bisa menarik massa banyak. Lee Hendrie, mantan bintang Aston Villa yang kini merumput bareng tim Laskar Siliwangi dan juga Irfan Bachdim diyakini akan menjadi magnet bagi pecinta sepakbola di Bandung."Kalau lawan Persema Malang nanti, saya yakin Hendrie bisa lah main. Kalau untuk dengan Solo FC 29 Januari nanti kemungkinan besar tidak main," ujar Manajer Bandung FC M Kusnaeni saat berbincang dengan detikbandung melalui telepon, Rabu (26/1/2011). 

Menurutnya keberadaan Hendrie bisa menjadi magnet bagi pecinta sepakbola di Bandung untuk datang ke stadion. "Apalagi nanti juga ada Irfan Bachdim. Ya mudah-mudahan bisa menyedot penonton," kata Bung Kus, panggilan akrab Kusnaeni.Lebih lanjut Bung Kus menuturkan jadwal pertandingan yang dipercepat dari tanggal 7 Februari menjadi 5 Februari. "Ini dari pihak televisinya yang meminta, dengan pertimbangan ini pertandingan besar sehingga lebih bagus kalau main hari Sabtu atau tanggal 5. Ya mudah-mudahan proses perizinannya lancar," katanya.Jika tanggal 5 Februari nanti, Bandung FC jadi menjamu Persema Malang di Stadion Siliwangi, ini pertandingan perdana klub asal Bandung yang main di Liga Primer Indonesia itu main di kandang. "Momen ini kami sangat tunggu sekali," katanya.

Saturday, January 22, 2011

Dua Gol Irfan Bachdim Kandaskan PSM Makassar dengan Skor 2-1


Dua gol dari striker Persema Malang Irfan Bachdim sukses mengandaskan PSM Makassar. Gol Irfan Bachdim tercipta pada menit ke-90 dan 33. Hingga peluit akhir dibunyikan, skor 2-1 untuk Persema Malang. 

Persema yang bermain di kandang sendiri, yakni Stadion Gajayana Malang, Sabtu (22/1/2011), Persema lebih dulu ketinggalan gol. Striker PSM Makasar yakni Srecko Mitrovic sukses mengoyak gawang Persema pada menit ke-19. 
Tuan rumah yang mengenakan custom merah, pasca terciptanya gol tersebut langsung tersengat.Dua striker Persema yakni Irfan Bachdim dan Jaya Teguh Angga dibantu terus menggedor pertahanan PSM. 
Pada menit ke-33, wasit menunjuk titik putih untuk Persema Malang akibat pelanggaran yang dilakukan pemain bek PSM. Irfan Bachdim yang dipercaya menjadi eksekutor, menjalangkan tugas dengan baik. Tendangan kerasnya ke atas langsung merobek jala PSM. 
Jelang turun minum, gempuran Bachdim Cs merepotkan barisan PSM Makasar. Namun hingga babak pertama berakhir, skor tetap 1-1. 
Babak kedua, guyuran hujan deras terjadi di Stadion Gajayana. Namun kedua tim saling serang. Persema pada babak kedua semakin menekan. Beberapa peluang Bachdim gagal dikonversi menjadi gol.Jelang pertandingan berakhir dengan perpanjangan waktu 5 menit, tepatnya pada menit ke-90, Irfan Bachdim yang mendapatkan umpan di kotak penalti langsung melesakkan tendangan keras. Kiper PSM tak mampu menjangkau si kulit bundar yang melesak di pojok kiri atas.Hingga peluit akhir dibunyikan, skor 2-1 untuk kemenangan Persema Malang.
source:Tribune news

Saturday, January 8, 2011

Irfan Bachdim Cetak 2 Gol: Persema Kalahkan Solo FC 5-1


Persema Malang tampil gemilang di partai perdana Liga Primer Indonesia (LPI) saat bertandang di kandang Solo FC, Stadion Manahan Solo, Sabtu (8/1/2011). Irfan Bachdim dkk dengan mudah menekuk tuan rumah 5-1.

Irfan Bachdim langsung menunjukkan kecakapannya di lini depan. Dia mengemas dua gol pada menit ke-26 dan 39. Sebelumnya, Jaya Teguh Angga membuka keunggulan Persema. Memasuki babak kedua, Robi Gaspar membawa Persema Unggul 4-0.

Persema tak terbendung dan M Khamri menambah keunggulan Persema menjadi 5-0. Satu-satunya gol hiburan Solo FC dicetak Yunet Hardianto pada menit ke-77

Irfan disambut Meriah pada Pembukaan Liga Primer Indonesia di Solo

Penyerang Persema Malang Irfan Bachdim menjadi sorotan ribuan penonton pertandingan Liga Primer Indonesia (LPI) di Stadion Manahan Solo, Sabtu (8/1). Sejak bus yang membawa rombongan tim Persema memasuki areal stadion, ribuan penonton yang masih berada di luar stadion meneriaki nama Irfan.

Irfan hingga kini tetap menjadi magnit yang begitu kuat di kalangan masyarakat, terutama kaum hawa dan anak-anak selepas laganya di ajang Piala AFF 2010 Desember 2010 lalu.

Bus yang ditumpangi Irfan sempat kesulitan medekati stadion yang sejak siang sudah dikepung oleh warga. Penonton tak hanya berasal dan Kota Solo dan sekitarnya, tapi juga berasal dari Jawa Tengah. Ribuan suporter Persema juga menyambangi Solo.

Dua jam sebelum upacara pembukaan, ribuan penonton juga sudah memenuhi bangku stadion yang berkapasitas lebih 25 ribu orang.

Begitu tim tamu memasuki lapangan, para penonton yang mayoritas pendukung Solo FC menyambut hangat dengan memberi tepuk tangan dan juga sorakan memanggil nama Irfan

Wednesday, January 5, 2011

Irfan Dinilai Sebagai Seorang Pemberani

Klub sepakbola PSM Makassar kagum dengan keputusan Irfan Bachdim yang tetap komitmen berlaga di Liga Primer Indonesia (LPI), meski sempat mendapat ancaman dari PSSI tak bisa memperkuat tim nasional (timnas) sepakbola Indonesia.

"Posisi Irfan, yang kini jadi bintang, setelah penampilannya membela timnas lalu, ternyata tidak membuatnya ragu berlaga di LPI. Kita salut dengan loyalitas yang ditunjukkannya bagi Persema Malang," jelasnya.

Menurut dia, keputusan Irfan yang tidak keberatan berlaga di LPI juga memiliki arti yang sangat penting bagi tim PSM. Keputusan itu, menurut dia, akan membuat pemain PSM lebih tenang menghadapi kompetisi LPI.

Terlebih lagi setelah Irfan, yang ibunya warga Belanda, tetap masuk daftar 84 pemain yang dipanggil Badan Tim Nasional (BTN) untuk dipersiapkan menghadapi SEA Games 2011 dan Pra Olimpiade 2012.

Ia menilai, pencetak dua gol pada Piala AFF 2010 memang memiliki kemampuan dan talenta yang baik sehingga layak memperkuat timnas sepakbola Indonesia, dan artinya kesempatan membela timnas tidak perlu melihat dari kompetisi mana pesepakbola berasal, karena yang penting bagaimana kualitasnya di lapangan. "Saya kira reaksi masyarakat akan lebih besar jika ternyata pemain yang berlatenta dilarang membela timnas hanya karena berlaga dikompetisi berbeda," ujarnya.

Sementara itu, PSM juga menyayangkan sikap beberapa pemain yang akhirnya memilih mundur dari PSM karena takut masa depannya tidak terjamin. "Namun, kita tetap menghargai semua keputusan pemain sehingga tidak ada alasan untuk memaksanya bertahan," ujar Suparno.
Source:Republika

Tuesday, January 4, 2011

Jeniffer kiss Irfan Bachdim : It's hard to be a perfect idol

Irfan Bachdim re-form the trending topic on Twitter after yesterday irfan be trending topic after the game looks beautiful in AFF Cup 2010 will match but this time not because good football game, but Irfan bachdim became the talk of twitter for outstanding photos jeniffer kiss irfan bachdim and Jasmin kurniawan which is a girlfriend of irfan
Dutch player of Indonesian descent who was born on August 11, 1988 this has now become a new idol among teenagers, especially teenage girls in Indonesia because of the ability to play ball and a handsome face. Due to the circulation of photographs kiss irfan bachdim and jeniffer Jasmin kurninawan Irfan confessed the number of fans disappointed to see it. "This is very annoyed to see it" wrote a Twitter user named Winda Gusti Ayu.

"Info that sad,"writes another Twitter account owner, Fitria_Nadleen. Naturally, the article, Irfan now being digila-gilai and most fans could be disappointed after knowing Irfan establish love with Jennifer, a German lingerie model

Here is a photo kissing Irfan bachdim and Jennifer Jasmin kurniawan the boyfriend who mebuat irfan so many fans are disappointed because his idol already have a boyfriend and now there is even a photo intimate with jeniffer irfan

Menpora: Irfan Bachdim Tetap Memperkuat Timnas

Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) Andi Mallarangeng menjamin Irfan Bachdim tetap memperkuat Tim Nasional Indonesia. Menurut Menpora, Irfan akan tetap membela Timnas dalam SEA Games 2011 yang bermaterikan pemain berusia di bawah 23 tahun.

Hal itu dikatakan Menpora dalam acara Pemaparan Program Prioritas Kementerian/Lembaga di bawah Koordinasi Menko Kesra di Kantor Kemenko Kesra, Jakarta, Selasa (4/1).

Pernyataan Menpora tersebut menyusul wacana PSSI yang akan memberi sanksi kepada Irfan jika tetap merumput di Persema Malang yang bekompetisi di Liga Primer Indonesia (LPI). Namun Menpora tidak merinci bagaimana nasib pemain berdarah Belanda itu jika dirinya benar-benar disanksi.

"Saya rasa pernyataan saya sudah jelas, Bachdim masih bisa memperkuat tim nasional," katanya. Andi menegaskan sepak bola tak mengandung unsur perseturuan ras, agama, partai politik, atau golongan apa pun.

Menurutnya, semua warga Indonesia berhak mengenakan kostum dengan lambang Garuda di dada. Ia pun menambahkan sepak bola tak mengenal diskriminasi klub bagi siapapun.

Sebelumnya, nama Irfan Bachdim terancam dicoret dari Tim Nasional karena berkompetisi di bawah Persema Malang yang menjadi peserta Liga Primer Indonesia (LPI).

Persema sebelumnya bermain di Liga Super Indonesia (LSI) asuhan PSSI. Namun, Persema mengundurkan diri dan bergabung dengan LPI. Kompetisi LPI akan dimulai pada 8 Januari 2011
Source: Metrotv

Irfan dan Kim Dipanggil Seleksi Timnas

Badan Tim Nasional PSSI tetap memanggil Irfan Bachdim dan Kim Jeffrey Kurniawan dan 82 pemain lain untuk seleksi tim nasional U-23 di Jakarta. Sejumlah pemain yang akan mengikuti Liga Primer Indonesia juga ikut dipanggil.

Dalam daftar yang dikeluarkan Badan Tim Nasional (BTN), Selasa (4/1/2011) sore, Irfan dan Kim masuk untuk mengikuti seleksi pertama yang terdiri dari 33 pemain. Seleksi pertama ini akan berlangsung pada Kamis (6/1/2011) di Jakarta. Pemain lain akan diseleksi dalam dua gelombang selanjutnya, yakni pada Senin (10/1/2011) dan Jumat (14/1/2011).

Dalam tiga gelombang seleksi itu, sejumlah pemain klub LPI juga ikut dalam seleksi, di antaranya adalah Lucky Wahyu dan Andik Firmansyah dari Persebaya Surabaya, Novan Setyo Songko (Persibo Bojonegoro), serta Fandy Edy, Dajusman Trisadi, dan Rachmat (PSM Makassar). Mereka semua mengikuti seleksi pertama.

Pada daftar pemain untuk seleksi pertama ini, Irfan termasuk salah satu dari empat pemain yang boleh mengikuti latihan tanpa mengikuti seleksi. Demikian pula dengan Johann Juanshyah (Persijap Jepara) dari daftar seleksi ketiga. Adapun Kim yang baru bergabung dengan timnas pada akhir Desember 2010 tetap harus mengikuti seleksi bersama pemain-pemain lain.

Ketiga seleksi ini dilakukan untuk membentuk tim yang dipersiapkan menghadapi Pra-Olimpiade 2012 dan SEA Games 2011. Irfan dan Kim sebelumnya terancam bakal dicoret dari timnas karena klub mereka, Persema Malang, memutuskan keluar dari Liga Super Indonesia dan masuk LPI. Demikian pula dengan sejumlah pemain yang membela klub dalam LPI, seperti Persebaya, Persibo, dan PSM.
Berikut adalah daftar lengkap pemain yang dipanggil seleksi sebagaimana dikutip dari situs web

Seleksi I (6 Januari 2011):
1. Choirun Nasrin (Persela Lamongan)
2. Arditani Ardhiyasa (Persija Jakarta)
3. Seftia Hadi (PSPS Pekanbaru)
4. Andri Ibo (Persidafon)
5. Safri Umri (Persiraja Aceh)
6. Abdul Hamid Mony (Persiba Balikpapan)
7. Wirya Kusmandra (Persija Jakarta)
8. Hendro Siswanto (Persela Lamongan)
9. Johan Manadji (Persiba Bantul)
10. Lifki Suteja (Persija Jakarta)
11. Nasution Karubaba (Perseman Manokwari)
12. Ramdani Lestaluhu (Persija Jakarta)
13. Sigit Hermawan (Persija Jakarta)
14. Fred Ferdinando Mote (Persiwa Wamena)
15. Athur Itawan (Preston North End)
16. Fahrizal Dila (Persiraja Aceh)
17. Aris Alfiansyah (Persela Lamongan)
18. Harmoko (Persekam Metro)
19. Zisva Siswanto Marco (Perseman Manokwari)
20. Alan Athur Arrongear (Persiwa Wamena)
21. Lucky Wahyu P (Persebaya Surabaya)
22. Andik Firmansyah (Persebaya Surabaya)
23. Novan Setyo Songko (Persibo Bojonegoro)
24. Fandy Edy (PSM Makassar)
25. Dajusman Trisadi (PSM Makassar)
26. Rachmat (PSM Makassar)
27. Kim Kurniawan (Persema Malang)
28. Reza Mustofa Ardiansya (Persema Malang)
29. Joko Ribowo (Persema Malang)
30. Irfan Bachdim * (Persema Malang)
31. Kurnia Mega * (Arema Indonesia)
32. Yongky Aribowo * (Arema Indonesia)
33. Okto Maniani * (Sriwijaya FC)
Ket *: Pemain langsung mengikuti TC tanpa mengikuti seleksi

Seleksi II (10 Januari 2011):
1. Aji Saka (Arema Indonesia)
2. Johan Angga Kusuma (Persijap Jepara)
3. Mohamad Ridwan (Persita Tangerang)
4. Cecep Supandi (Saint Prima Bandung)
5. Gunawan Dwi Cahayo (Sriwijaya FC)
6. Rachmat Latif (Sriwijaya FC)
7. Barkah Crustianto (Persijap Jepara)
8. Marco M.Kabiay (Persipura)
9. Achmat Farisi (Arema Indonesia)
10. Rendi Saputra (Ex.Persib)
11. Burhanudin Nihe (Persigo Gorontalo)
12. Risman Maidulla (Pro Titan)
13. Jacky Arisani (Sriwijaya FC)
14. Munadi (Persib Bandung)
15. Engelberth Sani (Pelita Jaya)
16. Ferdi Mofu (Semen Padang)
17. Dendi Santoso (Arema Indonesia)
18. David Lali (Persipura)
19. Joko Sasongko (Pelita Jaya)
20. Egi Megiansyah (Pelita Jaya)
21. Yoga Eka Firmansyah (Bontang FC)
22. Johann Yoga (Persib Bandung)
23. Risky Novriansyah (Persijap Jepara)
24. Sunarto (Arema Indonesia)
25. Lukas Wellem Manowen (Persipura)
26. Titus Bonai (Persipura)
27 Rishadi Fauzi (Persita Tangerang)

Seleksi III (14 Januari 2011):
1. Ali Barkah (Pelita Jaya)
2. Dicky Jamalis (Semen Padang)
3. Rifki Deython Mokodompit (Persita Tangerang)
4. Abdul Rachman (Pelita Jaya)
5. Joko Sidik Fitra Yono (Bontang FC)
6. Marcelino A Mandagi (Bontang FC)
7. Irfan Raditya (Arema Indonesia)
8. AA Wahyu Trisayaya (Persija Jakarta)
9. Windu Hangoro Putra (PSPS Pekanbaru)
10. Herry Susilo (PSIS Semarang)
11. Rama Pratama (Pro Titan)
12. Zainal Abidin (Persela Lamongan)
13. Hasim Kipau (Persija Jakarta)
14. M Fauzan Djamal (Semen Padang)
15. Iman Suprapto (Sriwijaya FC)
16. Elvis Nelson Anes (Persija Jakarta)
17. Mahadirga Lasut (Sriwijaya FC)
18. Immanuel Wanggai (Persipura Jayapura)
19. Zulham Zumrud (Persela Lamongan)
20. Stevie Bonsapia (Persipura Jayapura)
21. Jajang Mulyana (Pelita Jaya)
22.Ferdinand Sinaga (Persiwa Wamena)
23.Gerry Setia Nugraha (Pelita Jaya)
24.Johann Juanshyah * (Persijap Jepara)

Source : Kompas.com

Alasan Irfan Tetap di Persema

Striker Persema Malang, Irfan Bachdim, memastikan akan tetap membela klub tersebut meski berisiko dipecat dari tim nasional Indonesia. Semua itu dilakukan karena kecintaan Irfan terhadap publik pencinta sepak bola di "Kota Apel" tersebut.

Keputusan Irfan untuk tetap membela "Laskar Ken Arok" itu sekaligus memastikan bahwa ia akan berlaga pada kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI). Oleh PSSI selaku otoritas sepak bola Tanah Air, liga tersebut dianggap kompetisi ilegal sehingga pemain yang terlibat di dalamnya tidak diperkenankan untuk membela timnas.

Irfan menegaskan, ia tidak mau terpengaruh dengan politik sepak bola di Indonesia. Sebagai pemain profesional, ia ingin bermain seprofesional mungkin dalam tim. Ia juga tidak khawatir dikeluarkan dari timnas jika alasannya tetap membela Persema.

"Karierku dimulai di Malang. Tim dan orang-orang Malang memperlakukanku dengan baik. Jadi, aku tetap main dengan Persema. Aku percaya kalau main bagus tetap akan dipanggil timnas," kata Irfan dalam jumpa pers di Malang, Jawa Timur, Selasa (4/1/2011).

Selain Irfan, pemain lain yang juga terancam tak masuk timnas adalah Kim Jefrey Kurniawan. Kim yang pernah membela FC Heidelsheim di Jerman juga terikat kontrak dengan Persema selama tiga musim.
Source: Kompas

Siasat PSSI Memanggil Irfan Bachdim

Badan Tim Nasional PSSI membantah bahwa pemanggilan Irfan Bachdim dalam seleksi tim nasional merupakan langkah akal-akalan agar pemain tersebut tidak bermain di Liga Primer Indonesia.

Sore ini Badan Tim Nasional Indonesia (BTN) memanggil 84 nama pemain untuk mengikuti seleksi timnas yang dilakukan dalam tiga gelombang, yakni pada 6, 10, dan 14 Januari 2011. Irfan dan Kim Jeffrey Kurniawan, yang memutuskan tetap membela Persema Malang di Liga Primer Indonesia (LPI), mengikuti seleksi pertama yang terdiri dari 33 pemain pada Kamis (6/1/2011) di Jakarta.

Selain kedua pemain itu, sejumlah pemain klub LPI juga ikut dalam seleksi. Di antaranya adalah Lucky Wahyu dan Andik Firmansyah dari Persebaya Surabaya, Novan Setyo Songko (Persibo Bojonegoro), serta Fandy Edy, Dajusman Trisadi dan Rachmat (PSM Makassar). Mereka semua mengikuti seleksi pertama sehingga terancam tidak bisa membela klub karena LPI akan bergulir pada Sabtu (8/1/2011). Seleksi tersebut direncanakan mulai bergulir pada 7 hingga 9 Januari.

"Mereka dipanggil karena LPI belum bergulir. Kompetisi itu juga belum teralisisasi," kata Deputi Teknis BTN, Iman Arif, saat dihubungi sejumlah wartawan, Selasa (4/1/2011).

Iman membantah jika dikatakan keputusan itu merupakan akal-akalan PSSI agar pemain tersebut tidak tampil di LPI. "Tidak. Itu sesuai program timnas selama ini. Saya berharap mereka bisa datang seleksi. Kalau mereka enggak datang, pasti akan dicoret. Nantinya, pemain yang lolos seleksi akan mengikuti pelatnas jangka panjang sehingga tidak diperkenankan membela klubnya. Gaji mereka ditanggung BTN," jelas Iman.

Ketiga seleksi tersebut dilakukan untuk membentuk tim yang dipersiapkan menghadapi Pra-Olimpiade 2012 dan SEA Games 2011.
Source:Kompas

PSSI Menggertak Irfan ?

Manajer Persebaya Surabaya versi Liga Primer Indonesia (LPI), Saleh Ismail Mukadar, sepertinya sudah sangat memahami karakter petinggi PSSI. Saleh menilai PSSI hanya gertak sambal ketika mengancam akan mempermasalahkan setiap pemain dan pengurus klub sepak bola yang ikut LPI.

Saleh yakin ancaman PSSI tidak akan terbukti. Termasuk juga ancaman PSSI yang akan mencoret striker Irfan Bachdim dari skuat timnas Indonesia karena memilih bertahan bersama Persema Malang yang keluar dari Liga Super Indonesia untuk pindah ke LPI.

“Pola pikir PSSI bikin tertawa. Mereka hanya menggertak tanpa punya pegangan aturan,'' kata Saleh. ''Mereka hanya tak ingin pendapatannya dari hasil kompetisi yang selama ini dinikmati sendiri berkurang atau hilang.”

Deputi Bidang Teknis Badan Tim Nasional (BTN), Iman Arif, sebelumnya memilih sikap menunggu perkembangan dan tetap mengundang kehadiran Irfan Bachdim dan Kim Jeffrey Kurniawan saat pemusatan latihan timnas Indonesia U-23 Pra-Olimpiade 2012 dan SEA Games 2011. Itu berarti pelatih timnas Indonesia, Alfred Riedl, tetap memanggil keduanya masuk timnas meski ada ancaman dari PSSI.

Monday, January 3, 2011

Irfan Bachdim Jadi Korban PSSI

Irfan Bachdim adalah korban dari regulasi yang dibuat PSSI. Karenanya, status pemain harus menjadi pertimbangan tersendiri meski klub yang dibelanya memutuskan pindah dari kompetisi yang dianggap ilegal.

“Irfan bukan pemain amatir. Dia adalah pesepakbola profesional yang memperkuat Persema Malang. Namun, belakangan klub ini memutuskan meninggalkan kompetisi Liga Super Indonesia (ISL) yang berada di bawah aturan PSSI. Dan, itu bukan masalah Irfan, melainkan masalah Persema,” kata CEO Batavia FC, Yon Mouis, menanggapi nasib Irfan Bachdim.

Sebagai pemain profesional, lanjut Yon Moeis, haruskah striker Timnas Indonesia ini mengingkari komitmen yang dibuatnya bersama Persema selama setahun ke depan? Adalah menjadi tidak profesional jika Irfan meninggalkan Persema walau klub ini memutuskan mengikuti Liga Primer Indonesia (LPI), kompetisi yang dibangun pengusaha nasional Arifin Panigoro, yang kemudian dianggap sebagai rivalitas ISL.

Seperti diberitakan, PSSI menyatakan tidak akan memberikan kesempatan kepada pemain yang ikut berkompetisi di LPI masuk dalam tim nasional. Dengan pernytaan itu, nasib Irfan untuk kembali memperkuat tim nasional menjadi terancam.

PSSI memberi solusi. Manajer Timnas Indonesia yang juga Presiden Direktur PT Liga Indonesia, Andi Darussalam Tabusala menyatakan, Irfan kemungkinan pindah klub. Hal itu karena keinginannya tetap membela tim nasional.

Pernyataan Andi Darussalam ditanggapi Manajer tim Persema Asmuri. Menurutnya, Irfan segera bergabung bersama Persema seusai memperkuat timnas. Jika pun dia memilih hengkang sebelum kontraknya berakhir, dia harus membayar dua kali lipat dari nilai kontraknya.

Dukungan terhadap Irfan tidak saja dari datang dari publik sepakbola. Pemerintah melalui Menegpora Andi Alifian Mallarangeng menegaskan, siapa pun anak bangsa yang terbaik berhak memperkuat tim nasional darimana pun asalnya. “Saya justru berterimakasih kepada siapa saja yang membuat banyak kompetisi di Tanah Air ini, termasuk Pak Arifin Panigoro dengan LPI-nya,” kata dia.
source:Pos Kota

PSSI Akan Tentukan Nasib Irfan Bachdim Minggu Ini

Minggu ini atau paling lambat tanggal 6 januari Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia akan menggelar rapat soal Irfan Bachdim, pemain tim nasional, yang bergabung ke Persatuan Sepakbola Indonesia Malang (Persema) Malang, salah satu klub yang bergabung ke Liga Primer Indonesia (LPI).

"Untuk masalah pemain-pemain Timnas yang bergabung ke LPI karena klubnya yang ikut. Kita belum merumuskan apa langkah yang akan diambil PSSI," ujar Wakil Ketua Komisi Disiplin PSSI Syarifudin Sudding kepada INILAH.COM, Jakarta, Senin (3/1/2011).

"Mengenai pemain timnas di LPI baru akan dirumuskan, kita akan rapat (pekan ini)" tambah Suding, politisi Hanura.

Suding menegaskan, sesuai Undang-undang Republik Indonesia nomor 3 tahun 2005 Tentang Sistem Keolahragaan Nasional, PSSI adalah organisasi yang menangani sepakbola di Tanah Air. Liga yang diakui oleh PSSI adalah Liga Super Indonesia (ISL), sedangkan LPI tidak.

Sebagaimana diberitakan, sepakbola Indonesia kembali menghadirkan drama baru seputar dua turnamen, Liga Super Indonesia dan Liga Primer Indonesia yang dijadwalkan mulai bergulir Februari tahun ini.

Keputusan Persema Malang memilih hengkang ke LPI menghadirkan masalah baru. Pasalnya, dalam tim asal Jawa Timur itu tercantum nama Irfan Bachdim dan Kim Kurniawan yang bertekad membela panji Merah Putih di ajang internasional.

Namun keinginan dua pemain yang baru saja dinaturalisasi itu agaknya mulai terancam, karena PSSI sempat mengutarakan akan mencoret pemain timnas Indonesia yang berkiprah di ajang LPI.

Karena itu, hingga kini kepastian keikutsertaan Irfan Bachdim dan Kim Kurniawan di U-23 timnas Indonesia masih menjadi tanya besar yang harus segera dijawab pihak PSSI dan perlu segera ditengahi Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng.
source: Inilah.com

Persema: Tak benar Irfan Bachdim ke Persib

Baru saja beredar kabar yang menyebut Irfan Bachdim sedang merapat ke Persib Bandung. Rumor itu kemudian dibantah langsung oleh klub pemilik Irfan, Persema Malang.

Nasib Irfan saat ini memang tengah tak jelas terkait keputusan Persema keluar dari Indonesian Super League (ISL) dan bergabung dengan LPI. PSSI sebelumnya sudah menegaskan akan memberi sanksi pada klub beserta pemainnya jika ada yang pindah ke kompetisi baru tersebut.

Kemudian terjadilah intrik di mana Irfan yang kini masih berstatus pemain Persema terancam tak bisa memperkuat lagi 'Merah Putih', karena PSSI sudah melarang pemain yang ikut serta di LPI untuk dipanggil ke timnas. Hal inilah kemudian yang jadi perdebatan banyak pihak hingga sekarang.

Maka rumor Irfan akan merapat ke klub ISL untuk menyelamatkan karirnya di timnas pun berkembang. Mulai dari Pelita Jaya, Arema Malang dan kini giliran Persib yang mengklaim sudah mendapat tanda tangan pemain blasteran Belanda itu.

Lalu apa kata pihak Persema sendiri mengenai rumor ini? Laskar Ken Arok sendiri justru mengaku tak tahu menahu soal isu itu dan saat ini mereka tengah menunggu kepastian dari Irfan, apakah tetap akan membela Persema atau tidak.

"Kalau setau saya belum tuh mas, nanti saja saya kasih tahu kalau Irfan sudah teken kontrak. Saya sekarang lagi nunggu Irfan dan keluarganya datang untuk membicarakan hal ini," ucap Manajer Persema, Asmuri, kepada detiksport lewat sambungan telepon, Senin (13/1/2010) siang WIB.

"Kalau belum pasti, saya tidak mau memberitahu lebih lanjut lagi. Kan tidak enak dibaca orang. Nanti kalau sudah pasti Irfan teken kontrak, saya akan undang kalian (pers) untuk jumpa pers," sambung Asmuri ketika dimintai ketegasannya soal status Irfan saat ini.

Beberapa hari lalu Irfan sendiri melalui akun twitternya @IrfanBachdim10, sudah menyerahkan sepenuhnya soal peluangnya bermain di timnas kepada PSSI. Namun satu hal yang pasti Irfan tetap akan berkompetisi di Indonesia. Kemudian beredar kabar dari pelatih Persema Timo Scheunemann jika pemain berusia 22 tahun itu sudah diintimidasi oleh PSSI.

Sementara itu nanti malam rencananya PSSI beserta jajaran pengurusnya akan mengundang 15 klub ISL tersisa untuk mengadakan konsolidasi mengenai perjalanan kompetisi musim ini. Bagaimana kelanjutan nasib Irfan? Kita tunggu saja
source: Detiksport

Friday, December 31, 2010

Persema:Kembalikan Irfan ke kami !!!

Manajemen Persema meminta Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) segera mengembalikan Irfan Bachdim karena kompetisi piala AFF telah usai.

Manager Persema, Asmuri, Jumat (31/12) menegaskan, untuk mendapatkan Irfan Bachdim, Persema membutuhkan waktu cukup panjang dan banyak hambatan, sehingga tidak etis kalau tiba-tiba ada klub lain yang mengklaim telah merekrut pemain asal Belanda itu.

"Kami (Persema) melepas Irfan itu untuk memperkuat tim nasional yang berlaga di ajang AFF atas permintaan PSSI. Sekarang perhelatan kompetisi AFF sudah selesai, maka kami minta Irfan segera dikembalikan ke klub," tegas mantan anggota DPRD Kota Malang tersebut.

Namun, tegasnya, setelah selesai laga Piala AFF 2010, PSSI justru akan memberi sanksi kepada Irfan jika bermain di Liga Primer Indonesia (LPI). Aturan yang diterapkan PSSI tersebut dinilai tidak bijak sehingga harus dikaji ulang dan PSSI juga harus tahu diri.

Secara tegas Asmuri mengatakan, kalau sampai Irfan lari dari Persema dan bergabung dengan tim lain yang berlaga di Liga Super Indonesia (LSI), maka Irfan terancam denda membayar dua kali lipat dari nilai kontrak.

Sebab, lanjutnya, sampai saat ini Irfan masih terikat kontrak dengan Persema Malang selama satu tahun."Persema mengontrak Irfan selama satu tahun dan Irfan harus memahami aturan tersebut," ujarnya menegaskan.

Oleh karena itu, kata Asmuri, Irfan diharapkan tetap memperkuat klub yang berjuluk Laskar Ken Arok itu."Sudah seharusnya PSSI mengembalikan Irfan ke Persema karena kompetisi AFF sudah berakhir," tegas Asmuri.

Persema secara resmi telah mengajukan pengunduran diri dari kompetisi LSI ke PSSI. Atas pengunduran diri tersebut Persema dikenai sanksi degradasi ke divisi utama.
source: gatra

Irfan: Soal Timnas, Terserah PSSI

Nasib Irfan Bachdim di timnas Indonesia jadi tanda tanya menyusul keputusan Persema Malang untuk bergabung ke Liga Primer Indonesia. Terkait masa depannya, Irfan sendiri menyerahkannya ke PSSI.

Persema telah memutuskan keluar dari Indonesian Super League (ISL) dan menyeberang ke Liga Primer Indonesia (LPI). Atas keputusannya ini, Persema pun diganjar hukuman degradasi ke Divisi Utama oleh PSSI. Tak hanya 'Laskar Ken Arok' saja namun para pemain dan ofisial tim di dalamnya yang ikut ke LPI pun juga akan mendapat hukuman dari PSSI karena dianggap membelot.

Sebagai salah satu pemain Persema, Irfan pun termasuk salah satu yang terancam dihukum. Karirnya di timnas kemungkinan akan berakhir jika pemain blasteran Indonesia-Belanda itu benar-benar mengikuti jejak Persema ke LPI.

"Kita sudah bicara dengan agennya yang juga adalah kakak Irfan, Fachri Bachdim, mengenai risiko jika ia masih bermain di Persema dia akan menuai sanksi dari PSSI. Jika Irfan mencintai timnas dan ingin bermain, dia tahu harus ke mana," ucap Ketua PT Liga Indonesia Andi Darussalam Tabusalla.

Sementara Persema memastikan Irfan akan dimainkan di LPI karena sudah terikat kontrak. Terkait kemungkinan sanksi dari PSSI untuk Irfan, klub sekota Arema itu siap bertanggung jawab.

"Pastinya Persema tanggung jawab, tapi saya pikir tidak akan ada sanksi dari PSSI," beber Ketua Umum Persema, Peni Suparto.

Irfan sendiri ternyata belum tahu bagaimana masa depannya di timnas. Saat ditanya apakah dia akan meninggalkan timnas, pemain 22 tahun ini menyerahkan sepenuhnya hal tersebut ke PSSI.

"Itu tidak terserah saya, tapi terserah PSSI," ujar Irfan lewat akun Twitter-nya.

Meski demikian, kekasih Jennifer Kurniawan ini menegaskan dia akan tetap bermain di Indonesia.

"Untuk orang yang berpikir saya akan meninggalkan Indonesia, jangan khawatir. Saya tetap di sini," imbuhnya.

Waktu Irfan untuk mengambil keputusan, apakah akan bertahan di Persema atau hengkang, memang tak banyak. Pasalnya, LPI akan segera dimulai pada 8 Januari 2011. Sementara ia juga dipanggil untuk ikut seleksi timnas U-23 yang digelar mulai 7 Januari 2011.
source:detik sport

Irfan dan Kim Makin Terjepit

Posisi Irfan Bachdim dan Kim Kurniawan semakin terjepit setelah PSSI maupun Persema Malang tetap bersikukuh pada keputusannya masing-masing.

Irfan, penyerang kelahiran Belanda, datang ke Indonesia demi memperkuat Timnas Indonesia dan memilih Persema Malang. Langkah serupa juga diambil Kim, WN Jerman yang menjalani proses naturalisasi untuk menjadi WNI.

Masalah muncul ketika Persema Malang menyeberang ke Liga Primer Indonesia (LPI) dari Liga Super Indonesia, yang notabene sangat dimusuhi PSSI. LPI dicap ilegal dan siapapun yang bergabung dengan liga tersebut kehilangan haknya sebagai anggota PSSI, termasuk membela timnas.

“Untuk menjadi pemain timnas, harus bermain di kompetisi binaan PSSI. Irfan tahu itu,” tegas manajer tim nasional Andi Darussalam Tabusala saat jumpa pers Kamis (30/12).

Sementara kubu Persema menegaskan, keduanya sudah terikat kontrak profesional dan harus bermain di liga manapun yang diikuti Persema.

"Ini karena Persema sudah menyatakan resmi mundur dari LSI dan siap berlaga di LPI, maka kedua pemain itu harus ikut LPI," ujar pelatih Laskar Ken Arok Timo Scheunemann.

Selain itu, seperti dinukil dari Antara, manajer tim Persema Asmuri menegaskan kedua pemain akan mendapatkan sanksi dua kali lipat dari nilai kontrak jika memutuskan kontraknya dengan Persema demi bermain dengan klub Liga Super.
source: inilah.com