Saturday, December 18, 2010

Riedl Siap Skenario Penalti

Peluang Indonesia mencatatkan sejarah sebagai juara Piala AFF kali pertama terbuka. Saat ini satu kaki Pasukan Garuda, julukan timnas Indonesia, sudah menginjak final setelah pada leg pertama semifinal Kamis lalu ( 16/12) mengalahkan Filipina dengan skor 1-0.
Dengan hasil itu, Indonesia hanya membutuhkan seri untuk memastikan melaju ke final. Di atas kertas, Indonesia lebih berpeluang lolos ke final daripada The Azkals, julukan timnas Filipina. Sebab, selain unggul agregat gol, Indonesia akan mendapatkan dukungan dari puluhan ribu suporter fanatiknya yang akan memadati Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).

Jika berhasil melewati hadangan Filipina, kesempatan Indonesia merebut gelar juara terbuka. Sebab, di babak puncak, Pasukan Garuda akan berhadapan dengan Malaysia yang membuat kejutan dengan menyingkirkan juara bertahan Vietnam dalam semifinal tadi malam. Malaysia lolos ke final dengan agregat gol 2-0 setelah tadi malam menahan seri Vietnam di Hanoi tanpa gol. Tiga hari sebelumnya (15/12), Malaysia menang 2-0 di laga kandang (leg pertama semifinal).

Masih belum hilang dari ingatan, 1 Desember lalu Malaysia yang tergabung di grup A di Jakarta dihajar 5-1 oleh Firman Utina dkk di SUGBK. Secara mental, Indonesia pasti akan percaya diri jika kembali menghadapi Malaysia. Laga final akan dihelat dengan sistem home dan away. Jika lolos, Indonesia bakal melakoni laga away terlebih dahulu pada 26 Desember dan menjadi tuan rumah pada 29 Desember.

Itu berarti leg kedua semifinal melawan Filipina malam ini sangat krusial bagi Indonesia. Berhasil menjinakkan Filipina berarti gelar juara sudah berada di depan mata. Namun, Indonesia harus ekstrahati-hati jika tidak ingin terpeleset dan dipermalukan di hadapan pendukung sendiri. Di babak penyisihan grup, Filipina punya pengalaman mempermalukan tuan rumah. Yakni, menang 2-0 atas tuan rumah Vietnam di laga kedua babak penyisihan grup B.

Tugas Tim Merah Putih, sebutan lain timnas Indonesia, bakal semakin berat jika nanti malam kondisi kapten tim Firman Utina dan Irfan Bachdim belum pulih. Firman dibekap cedera otot paha dan lutut, sedangan Irfan bermasalah dengan otot paha. Hingga kemarin siang, menurut asisten pelatih Wolfgang Pikal, kondisi dua pilar itu masih 70 persen.

Meski sudah unggul 1-0, pelatih Alfred Riedl menyebut laga malam nanti bakal sangat sulit. Namun, menurut dia, tim sudah bertekad kembali mengalahkan Filipina. "Unggul 1-0 belum berarti apa-apa. Tiket final belum aman. Semua masih bisa terjadi. Melawan Filipina bukan pekerjaan mudah," kata Alfred Riedl dalam sesi latihan kemarin.

Pelatih yang membawa Vietnam ke babak delapan besar Piala Asia 2007 itu menyatakan, tim pelatih sudah mengevaluasi hasil pertemuan pertama Kamis lalu. "Kami akan menyiapkan formasi terbaik untuk kembali meraih kemenangan," lanjutnya.

Demi mewujudkan ambisi itu, pelatih asal Austria tersebut bahkan berani mengambil risiko dengan menurunkan dua pemain yang sudah mengantongi kartu kuning. Yaitu, Oktavianus Maniani dan Christian Gonzales. Karena tidak ada lagi pemutihan di babak final, jika keduanya nanti malam mendapatkan kartu kuning lagi, dipastikan mereka bakal absen di leg pertama final bila Indonesia lolos.
Menurut Riedl, timnas menargetkan akan mengakhiri perlawanan The Azkals tanpa harus lewat adu penalti. "Kita akan bermain ofensif untuk memastikan kemenangan," ungkapnya.

Meski berharap tidak sampai dilakukan adu penalti, Alfred Riedl tetap berjaga-jaga dengan mengasah pemainnya melakukan eksekusi penalti. Sesi latihan kemarin pagi disisipi latihan adu penalti. "Kami sudah punya nama lima pemain yang akan menjadi eksekutor jika sampai adu penalti dilakukan. Tapi, target kami adalah memastikan tiket final dalam 90 menit pertandingan," papar Riedl.

Simon Alexander McMenemy, pelatih Filipina, pun tak kalah percaya diri. Menurut dia, Filipina siap membuat kejutan dengan mengalahkan Indonesia di laga kedua malam nanti. "Kami hanya ingin menang. Di laga kedua kami akan meminimalkan kesalahan," kata McMenemy. Pelatih asal Inggris itu mengatakan, satu gol yang menjebol gawangnya pada laga pertama Kamis lalu adalah kesalahan pemainnya sendiri

Malaysia Melangkah ke Final

Malaysia memastikan diri ke babak final turnamen AFF Suzuki Cup 2010 setelah menahan imbang tuan rumah Vietnam 0-0 di semifinal kedua di Hanoi, Sabtu (18/12). Mereka menang agregat 2-0.

Berbekal kemenangan dua gol di leg pertama di Kuala Lumpur hari Rabu lalu, Malaysia bermain defensif di Stadion My Dinh, yang dipenuhi 40 ribu suporter Vietnam. Upaya ini berhasil karena Vietnam kesulitan menembus pertahanan mereka.

Tim arahan K. Rajagopal itu juga melakukan pressing yang ketat dalam menghadapi tekanan tuan rumah. Setiap kali pemain Vietnam memegang bola, dua sampai empat pemain mendekat. Dalam bertahan, delapan hingga 10 pemain bisa berkumpul di areal pertahanan mereka sendiri.

Vietnam memiliki beberapa peluang untuk mencetak gol, tapi tidak ada yang membuahkan gol, termasuk yang paling berbahaya lewat sundulan Nguyen Viet Than di menit 61, dari mulut gawang. Kiper Khairul Fahmi patut dijadikan pahlawan oleh Malaysia atas kegemilangan permainannya. Ia membuat beberapa penyelamatan krusial.

Upaya Vietnam semaki berat ketika di menit 71 mereka kehilangan satu pemain. Penyerang Pham Thanh Luong diganjar kartu merah karena mendapat dua kartu kuning. Kartu kedua ia terima karena melakukan diving di kotak penalti lawan.

Dengan demikian Malaysia tinggal menunggu pemenang semifinal lain antara Indonesia dan Filipina untuk bertanding di final. Di leg pertama Indonesia mengalahkan Filipina 1-0.

Ini adalah kali kedua Malaysia lolos ke final Piala AFF setelah menjadi runner up di edisi pertama di tahun 1996. Di antara Malaysia, Indonesia dan Filipina, tidak satu pun yang pernah menjadi kampiun di turnamen ini.

Jelang Leg Kedua Semifinal Piala AFF 2010 :Pantang Imbang, Garuda Harus Menang!

Langkah Indonesia menuju babak final masih berat. Sebab, Indonesia hanya bisa menang dengan skor tipis 1-0 di leg pertama semifinal, Kamis (16/12) malam kemarin. Indonesia memang hanya butuh hasil seri untuk lolos ke final. Tapi melihat bagaimana perlawanan skuad The Azkals - sebutan tim Filipina - bukan perkara mudah bagi tim besutan Alfred Riedl untuk menjinakkan Filipina di leg kedua besok malam, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).

Dengan sistem penghitungan gol away, maka jika besok Filipina membuat kejutan dengan menang 2-1 (atau 3-2 dan seterusnya), maka Filipina-lah yang berhak melaju ke partai puncak, karena unggul dalam jumlah gol away. Maka, untuk mengamankan satu tiket ke final, Alfred Riedl mengatakan timnya tidak akan berkompromi dengan pertandingan besok malam.

"Kami tidak akan bermain untuk meraih hasil seri. Tapi harus menang. Sebab sekarang posisinya sama sekali belum aman," kata Riedl, usai memimpin latihan di Lapangan C Senayan, kemarin sore. "Untuk meraih kemenangan, kami akan tampil lebih menyerang," sambungnya.

Pelatih asal Austria ini menyatakan, sangat beresiko jika timnya memilih tampil bertahan. "Kami tidak akan melakukannya (bermain bertahan). Kami pernah mencobanya saat berhadapan dengan Thailand di babak penyisihan grup, dan hasilnya buruk," beber Riedl.
emiliki peluang besar untuk menyingkirkan Indonesia di babak semifinal. Karena harus menang dengan skor lebih dari satu gol untuk meraih tiket final, menurut Riedl, The Azkals pasti akan tampil lebih terbuka dan ofensif. "Barisan belakang kita harus lebih hati-hati. Serangan Filipina pasti akan lebih gencar. Tapi, dengan Filipina terus menyerang, kita (juga) akan punya space lebih besar untuk mengancam mereka dengan serangan balik," paparnya.

Namun, skuad Merah Putih juga harus berhati-hati dan tidak terbawa emosi. Sebab saat ini, ada dua pilar yang mengantongi kartu kuning di leg pertama kemarin malam. Yaitu bomber Christian Gonzalez dan winger Oktovianus Maniani. Jika sampai keduanya mendapat kartu kuning lagi, maka mereka tidak akan bisa main di leg pertama final (jika lolos) karena akumulasi kartu.

Dalam aturan Piala AFF, pemutihan kartu kuning hanya dilakukan dari fase penyisihan grup ke semifinal. Karena itu, meski sudah mengantongi dua kartu kuning (satu di babak penyisihan grup dan satu di leg pertama semifinal), Gonzalez dipastikan masih bisa memperkuat timnas Indonesia di leg kedua besok malam.

"Agar tidak mendapat kartu kuning lagi, kami sudah berpesan kepada Gonzalez dan Okto untuk lebih berhati-hati dan tidak terpancing emosi. Begitu juga dengan pemain yang lain," kata Wolfgang Pikal, asisten pelatih timnas Indonesia.

Sementara itu, usai bermain ketat kemarin malam, kemarin sore timnas hanya melakukan latihan ringan selama satu jam. Pemain yang menjadi starter hanya melakukan peregangan dan lari-lari kecil mengitari lapangan. Sedangkan pemain cadangan dicekoki latihan serius oleh tim pelatih. Materi latihan lebih difokuskan pada penyelesaian akhir.

Tika T2 Pilih BP Dibanding Irfan Bachdim

Personel band T2, Tika dan Tiwi merupakan dua dari sekian warga negara Indonesia, yang menyambut gembira dan bangga atas kemenangan Timnas sepakbola Indonesia yang berhasil mengalahkan lawan-lawannya di pala AFF (Asean Football Federation).
"Cukup bangga juga tim kita sekarang sudah mulai kuat, ini saatnya Indonesia untuk maju," tegas Tika di FX Plaza di acara konser amal dan nonton bareng Indonesia VS Philipina, Kamis (16/12).
Namun di antara para artis dan selebritis yang mengidolakan pemain naturalisasi Irfan Bachdim, Tika justru mengidolakan Bambang Pamungkas, yang menurutnya berwajah ganteng dan memiliki kualitas permainan yang lebih bagus.
"BP (Bambang Pamungkas), ganteng mainnya keren," terangnya sambil tertawa. "Nggak ah Irfan Bachdim masih brondong," sambungnya.
Baik Tika dan Tiwi optimis Timnas Indonesia akan kembali mengalahkan Philipina, dalam pertandingan Minggu (19/12) besok

Irfan Bachdim (Kelak) Ingin Membangun Panti Asuhan di Indonesia

Selain ingin memperkuat timnas Indonesia di kancah internasional, Irfan Bachdim ternyata masih punya satu lagi mimpi. Ia ingin membantu anak-anak di Indonesia.

Kalau banyak duit, dia ingin mempersembahkan uang kepada orang tuanya untuk membangun panti asuhan di Indonesia. Ungkapan Irfan itu tertuang pada tayangan televisi Belanda dua tahun lalu.

Acara ini menyorot Irfan Bachdim dalam serial 12 bakat FC Utrecht. Program hampir setengah jam ini berjudul Forza Utrecht dan ditayang pada paroh 2008 di Belanda.

Video bahasa Belanda itu menampilkan seri I. Irfan dan Sebastiaan, dari FC Utrecht menuturkan karir sepakbola dari awal hingga akhir menjelang kontrak prof di Utrecht. Pada akhirnya hanya Irfan yang mendapat kontrak, tapi itu pun tidak diperpanjang setelah satu tahun.

Sekarang semua orang tahu, Irfan berhasil menggapai dambaannya Desember 2010, main untuk timnas Garuda dan bertemu dengan SBY sang Presidennya. Anak muda yang tadinya ditolak Persib dan Persija awal 2010, dan lewat Charity Games paruh 2010 akhirnya Irfan dikontrak di Persema dan sekarang menjadi salah satu idola di timnas Indonesia. Sebuah perjalanan panjang dan butuh kesabaran.

Anak-anak
Dari tayangan video itu tampak, Irfan Bachdim masih punya satu lagi mimpi. Berbuat untuk anak-anak Indonesia. "Suatu ketika saya ingin berbuat sesuatu untuk anak-anak. Saya bisa mengajak mereka berolahraga. Sebab apa yang anak sekarang lakukan (tidak bergerak red.) hanya nonton televisi, dengan camilan di tangan. Main komputer dan games dll. Itu sangat disayangkan. Saya benar-benar ingin berbuat untuk remaja."

Cita-citanya ingin mempersembahkan sejumlah uang untuk membangun panti asuhan di Indonesia. "Ayah saya juga punya impian untuk membantu anak-anak di Indonesia," katanya.

Bermula dari pengalaman sang ayah Noval Bachdim: "Dua tahun lalu saya ke Indonesia sendiri (2006--red) Ketika sedang naik bis, ada anak kecil menepuk saya dari belakang dan menyodori secarik kertas bertuliskan 'tolong bantu saya untuk membayar uang sekolah'. Sejak saat itu saya berjanji, kalau suatu saat punya uang, saya ingin membangun panti asuhan untuk anak-anak yang menurut saya sangat membutuhkan."

Irfan mengatakan,"Kalau suatu ketika saya punya pendapatan yang banyak, saya akan mempersembahkan uang kepada ayah supaya dia bisa membangun panti asuhan di Indonesia. Dengan begitu saya juga bisa membantu anak-anak di Indones

Jupe Ajak 30 Anak Tonton Irfan Bachdim

Jupe mengajak 30 anak-anak nonton semifinal leg kedua Piala AFF, Indonesia kontra Filipina
Julia Perez berencana mengajak 30 anak-anak nonton semifinal leg kedua Piala AFF, Indonesia kontra Filipina. Anak-anak ini merupakan anak didik Jupe di sekolah bola miliknya.

Semifinal leg kedua ini rencananya akan dilaksanakan Minggu besok, di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. "Ini inisiatif saya mengajak mereka," kata Jupe melalui sambungan telepon, Sabtu 18 Desember 2010.

Pasangan pesepakbola Gaston Castano ini mengaku akan datang lebih awal agar anak-anak tidak sampai berebut masuk stadion. Paling tidak, pukul 16.00 rombongan sudah di stadion. "Yang pasti aku mau nonton Irfan (Bachdim)," ujarnya,

Soal tebak skor, Jupe memperkirakan 3:0 untuk Indonesia. "Aku dukung tim Garuda dengan suara kerasku," katanya.

Firman & Irfan Punya Peluang Dimainkan

Dari kedua pemain ini, hanya kondisi Firman yang tidak bagus.
Walau belum dalam kondisi 100 persen bugar, dua pilar timnas senior Firman Utina dan Irfan Bachdim masih mempunyai peluang untuk dimainkan menghadapi Filipina dalam pertandingan leg kedua semi-final Piala AFF 2010 di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, Minggu [19/12] malam WIB.

Firman masih bergelut dengan cedera lutut, dan mendapat pengawasan dari fisioterapi tim. Sedangkan Irfan menderita cedera pada pangkal pahanya. Irfan merasakan sakit itu saat leg pertama.

Asisten pelatih timnas senior Wolfgang Pikal mengatakan, dari kedua pemain itu, kondisi Firman yang masih belum ada kejelasan. Pikal menyatakan peluang Firman tampil di pertandingan nanti masih fifty-fifty.

Sementara kondisi Irfan sudah semakin membaik. Kebugarannya telah mencapai 80 persen, sehingga peluangnya dimainkan sebagai tandem Cristian Gonzales di barisan depan terbuka lebar.

“Firma dan Irfan masih bermasalah dengan cedera, dan kondisi fisik mereka belum mencapai 100 persen. Tapi tim fisioterapi kami telah bekerja keras. Kami masih mempunyai waktu sebelum pelatih kepala memutuskan siapa saja yang menjadi starter,” ungkap Pikal.